Thursday, February 04, 2010

Sepenggal Hujan


murung wajah langit terlilit asa gelap membendung cahaya sang matahari
triakan protes suara guntur mengiringi kelamnya suasana
angin seolah-olah kehilangan arah bak pemabuk yang terbuai oleh imaji.
rintik tangisan mulai turun membasahi wajah sang bumi
sungguh pilu terasa langit bersedih
meratap durjana karna cinta
tapi langit kan tetap setia menunggu
datangnya pelangi yang luluhkan rindu
pelangi yang menorehkan tinta tinta
mengisi kelam dan gelap menjadi penuh warna
semoga cepat datang kau pelangi
demi janji dan harapan
langit dan hujan yang mengagumkan ini


-jabrek-

4 comments:

Devid Haryalesmana said...

Tetep semangat ya bloggingnya... Senang bisa berkunjung... Kunjung balik ya..

bayu jabrek said...

sip smngat fit

Gilang kurniaji said...

puisine mantap gan... like this..

bayu jabrek said...

semangat gan hancurkan hehe